Tak Hanya Alhambra, Tempat Wisata di Granada ini Juga Bisa Kamu Kunjungi

Alhambra, sering juga dijuluki “Istana yang Hilang” atau “Kejayaan yang Sirna”. Alhambra yang terletak di Andalusia (nama yang diberikan umat Islam untuk Spanyol) menyimpan rekaman sejarah kehebatan ilmu pengetahuan, karya sastra, seni dan arsitektur umat Islam. Bahkan Cordova, wilayah dimana Alhambra berdiri disebut sebagai puncak kecemerlangan ilmu pengetahuan Islam, di saat Barat sedang dalam Abad Kegelapan.

Sejarah Istana Alhambra

Istana Alhambra berdiri kokoh di Bukit La Sabica, Granada, Spanyol dan didirikan oleh kerajaan Bani Ahmar atau Bangsa Moor (Moria) dari Afrika Utara secara bertahap antara tahun 1238 M hingga 1358 M. Bangsa Moor adalah penguasa kerajaan Islam terakhir yang berkuasa di Andalusia (Spanyol) pada masa pemerintahan Daulah Bani Ahmar (1232-1492 M). Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Muhammad bin Al-Ahmar atau Bani Nasr yang masih keturunan Sa’id bin Ubaidah.

Seni Islami

Alhambra merupakan peninggalan seni islam yang luar biasa. Ukiran kaligrafi islam pada batu marmer, ditempelkan pada hampir semua dinding utama istana. Bentuk kolom, muqarnas dan stalaktit pada dekorasi langit-langit, muncul dalam beberapa ruang, dan interior dari semua istana dihiasi dengan tulisan arab dan kaligrafi, yang mempunyai arti tersendiri.

Misalnya tulisan “wa la ghalibu illallah” ditulis berulang-ulang di beberapa dinding dan sangat bermotif, yang artinya tidak ada pemenang/kejayaan selain Allah, oleh Zawi ben Zirí, pendiri Banu Nasri. Mungkin bermaksud mengingatkan selalu akan kekuasaan Allah SWT. Kaligrafi arab ini berasal dari, antara lain raja-raja Yusuf, Mohammed V, dan Ismail I.

Dinding-dinding Alhambra yang penuh dengan hiasan kaligrafi merupakan tulisan-tulisan kursif dan kufic. Terdapat pula puisi oleh tiga penyair dari Pengadilan Granada, yakni Ibnu al-Yayyab (1274-1349), Ibn al-Jatib (1313-1375) dan Ibn Zamrak (1333-1393), sekretaris dari kedutaan kerajaan dan perdana menteri. Di antara mereka, Ibnu Zamrak dianggap sebagai yang paling cemerlang dari para penyair dari Alhambra.

Dekorasi dalam istana ini menggambarkan sisa-sisa kekuasaan Moorish di Spanyol dan mengantarkan pada akhir periode besar seni di Granada Andalusia. Ukiran dan gaya baru seni islam ini banyak mempengaruhi berbagai bangunan di Spanyol dan beberapa negara lain.

Jatuhnya Sejarah Islam di Istana Alhambra

Bangsa Berber atau Moor pertamakali menundukkan Andalusia dalam cahaya Islam. Berabad-abad umat Islam berusaha memakmurkan negeri yang gersang, tandus, dan penduduknya yang angkuh dan keras itu, hingga kemudian menjadi sebuah negeri yang subur, makmur, dan menjadi pusat peradaban dunia.

Raja-raja Bani Ahmar sangat memperhatikan akan kemakmuran rakyat sehingga pada saat itu bidang pertanian, dan roda perniagaan sangat maju. Selama 260 tahun kerajaan raja-raja Bani Ahmar berkuasa, namun timbul di antara mereka perselisihan juga sengketa. Inilah yang menyebabkan lemahnya kerajaan Bani Ahmar. Bagaimanapun gigihnya usaha Sultan Muhammad XII Abu Abdillah an Nashriyyah raja terakhir Bani Ahmar untuk menyelamatkan kerajaannya, akhirnya runtuh juga oleh dua buah kerajaan Kristen yang bersatu dari utara.

Maksud dari dua buah kerajaan ini adalah karena perkimpoian Karel/Ferdinand V (L. 1452-W. 1516) dari Aragon menikah dengan saudari Henry IV yaitu Ratu Isabella (L. 1451-W. 1504) dari Castille dan Leon. Keduanya menikah tahun 1469. Raja Ferdinand V dan Ratu Isabella ini, keduanya yang mendukung dan membantu rencana penjelajahan Columbus di tahun 1492.

Pada pertengahan 1491 M, Raja Ferdinand V telah mengepung Granada selama tujuh bulan, Ferdinand V berkemah di Gumada di sebelah selatan kota. Sebelumnya Ferdinand V telah menguasai kota-kota lain seperti MalagaAlmeria. Yang terakhir adalah Granada yang diserahkan oleh raja terkahir Bani Ahmar Abu Abdillah. Penyerahan Granada ini diserahkan di halaman Istana Alhambra. pelabuhan terkuat di Andalusia, kemudian Guadix dan Almunicar, dan Baranicar.

alhambra Demikianlah Granada takluk dan menyerah yang diduduki oleh pengikut-pengikut Raja Ferdinand V dan Ratu Isabella pada tanggal 2 Januari 1492 M/2 Rabiul Awwal 898 H. Karena kegigihan dan perjuangan Raja Ferdinand V dan Ratu Isabella, Paus Alexander VI (L. 1431-W. 1503) yang terkenal dengan perjanjian Tordesillasnya pada tahun 1494 ia memberi gelar raja dan ratu ini sebagai “Catholic Monarch” atau “Los Reyes Catolicos” atau Raja Katolik. Dengan kemenangan umat Kristen inilah orang-orang Islam dipaksa keluar dari tanah Spanyol.

Interior Istana Alhambra

Di luar istana, dibangun taman dengan bunga-bunga indah yang bermekaran setiap musim semi. Ada juga tempat yang disebut Hausyus Sibb (Taman Singa) yang dikelilingi oleh 128 tiang terbuat dari marmer. Di taman ini pula terdapat kolam air mancur yang dihiasi dengan 12 patung singa yang berbaris melingkar.

Sedangkan di dalam istana terdapat ruangan-ruangan yang dibangun dengan arsitektur indah dan megah. Antara lain, Ruangan Al-Hukmi (Baitul Hukmi), ruangan pengadilan dengan luas 15 m x 15 m yang dibangun oleh Sultan Yusuf I (1334-1354). Ruangan Bani Siraj (Baitul Bani Siraj), ruangan berbentuk bujur sangkar dengan luas bangunan 6,25 m x 6,25 m yang dipenuhi dengan hiasan-hisan kaligrafi Arab.

Selanjutnya ada ruangan bersiram (Hausy ar-Raihan) berukuran 36,6 m x 6,25 m. Terdapat juga Al-Birkah atau kolam di bagian tengah dengan lantai yang terbuat dari marmer putih. Luas kolam ini 33,50 m x 4,40 m dengan kedalaman 1,5 m. Selain itu ada juga Jennat Al-Arif atau biasa disebut dengan Garden of the Architect, sebuah vila khusus raja yang berada di ujung taman Alhambra. Di tempat ini, raja bisa melihat langsung pemandangan Albayzin sebuah perkampungan orang Arab terdahulu sehingga membuat raja dengan mudah melihat dan mengontrol keseharian rakyatnya.

Di dalam istana, seni kaligrafi kuffic mendominasi hiasan yang terpahat di dinding, pilar, dan atap istana. Rangkaian ayat-ayat Alquran dan motto kerajaan yang berbunyi “Wa La Ghaalib Ila Allah” berjejer rapi dan sejajar sekaligus memancarkan nuansa emas yang begitu memesona.

Tempat yang Bisa Kamu Kunjungi di Granada Selain Alhambra

Berikut ini adalah tempat-tempat wisata Granada yang harus kamu kunjungi :

1. Capilla Real Granada

Kemegahan Raja Katolik Spanyol paling baik dilihat di Capilla Real (Royal Chapel), yang menaungi makam kerajaan. Kapel berkubah setinggi 47 meter ini terpasang di Katedral Santa María de la Encarnación tetapi memiliki pintu masuk yang terpisah; itu adalah tambahan ke katedral yang dibangun dari 1506 hingga 1521 dalam gaya Gothic Akhir. Interiornya memiliki jendela kaca bernoda abad ke-16 yang indah dan tujuh lukisan besar karya Alonso Cano.

Sebuah gril tempa yang rumit oleh Bartolomé de Jaén membungkus makam kerajaan yang dihias dengan sangat mewah. Ke kanan adalah Makam Ferdinand dan Isabella di monumen marmer Carrara yang dibuat oleh pematung Domenico Fancelli dari Florence. Rumah bawah tanah menyindir sarkofagus dari raja dan pangeran lain.

Di sebelah kiri adalah makam Philip the Handsome dan Joan the Mad oleh Bartolomé Ordóñez. Sebuah ukiran indah yang besar retablo di belakang makam kerajaan menampilkan patung-patung Monarki Katolik oleh Diego de Siloé. Dalam transepts didekorasi dengan mewah relikasinya (Altar samping) oleh Alonso de Mena. Transept utara menampilkan yang terkenal Triptych of the Passion oleh Dieric Bouts.

Sorotan dari Capilla Real adalah sakristi, harta karun berupa karya seni, termasuk Botticelli’s Kristus di Bukit Zaitun lukisan, Rogier van der Weyden Pietà, dan Hans Memling Descent from the Cross. Koleksinya juga menampilkan patung-patung kayu polikrom dari Monarki Katolik dalam doa oleh Felipe Vigarny; Pedang Raja Ferdinand; Mahkota Ratu Isabella; dan sebuah buku doa, yang dimiliki oleh Raja Katolik.

Alamat: 3 Calle Oficios, Granada

2. Catedral santa maria de la encarnacion

Untuk menemukan gereja Renaissance terbaik di Spanyol, kunjungi Katedral Granada Santa María de la Encarnación dekat Katedral Plaza Nueva. Katedral dibangun oleh Ratu Isabella sebagai monumen kemenangan Spanyol Kristen atas bangsa Moor. Itu berdiri di situs bekas masjid. Dimulai dengan gaya Gothic pada tahun 1523 dan berlanjut dalam gaya Plateresque dari tahun 1525, katedral itu ditahbiskan pada tahun 1561 sementara masih belum selesai.

Fasad barat abad ke-16 menampilkan relief besar oleh José Risueño di atas pintu utama. Sisi barat laut katedral juga dihiasi dengan hiasan ukiran. Pada pilar lengkung pintu masuk terdapat patung-patung dari Monarki Katolik dan patung perunggu para Rasul. Masuki katedral melalui pintu utama dan bersenang-senang dalam kemegahan Renaisans interior. Tempat kudus memiliki pilar besar dan lorong ganda; bagian tengah dan transept dikelilingi oleh berbagai kapel yang dihiasi dengan banyak patung dan lukisan.

Masing-masing kapel memiliki gaya artistik yang berbeda; yang paling menarik adalah Kapel Nuestra Senora de la Antigua. Paduan suara itu memiliki dua organ Baroque yang mengesankan, yang mengeluarkan melodi suci selama ibadah. Museum katedral menampilkan koleksi seni religius; highlights adalah monstrance perak besar dan permadani Flemish.

Alamat: 5 Gran Via de Colón, Granada

3. La Alcaicería Granada

Souk Arab tradisional ini adalah rekreasi pasar Moor lama yang ada di sini sebelum kebakaran pada tahun 1843 menghancurkan daerah tersebut. Dekat dengan katedral, Alcaicería berjalan di atas Calle de la Alcaicería dari Plaza Alonso Cano. Seluruh lingkungan Alcaicería, sebuah labirin jalan-jalan sempit, pernah memegang pasar sutra dan rempah-rempah.

Alcaicería hari ini mengingatkan pada souk asli dan merupakan tempat favorit untuk belanja souvenir di Granada. Di dekatnya adalah Plaza Bib Rambla, lapangan umum luas yang dipenuhi orang dan aktivitas. Sebuah air mancur artistik berdiri di tengah alun-alun dikelilingi oleh besi dekoratif dan stan bunga berwarna-warni.

Alamat: Calle de la Alcaicería, Granada

Itulah sejarah istana alhambra dan tempat-tempat wisata yang bisa kamu kunjungi di Granada, semoga artikel ini bisa membantu kamu yang ingin berlibur ke kota Granada di Spanyol.