“Sake”, Minuman Beralkohol Khas Jepang

Pernah dengar minuman yang bernama sake gak guys? Yap, mungkin buat sebagian orang masih kurang mengetahui minuman ini. Sake ini adalah salah satu minuman dari Jepang dan untuk mengetahui lebih jelasnya lagi, mari kita simak sama-sama artikel ini.

Apa Itu Sake?

Sake adalah sebuah minuman beralkohol dari Jepang yang berasal dari hasil fermentasi beras. Sering juga disebut dengan istilah anggur beras. Di Jepang, kata sake berarti “minuman beralkohol”. Di beberapa wilayah regional dapat memiliki arti yang lain. Di Kyushu Selatan, sake berarti minuman yang disuling. Di Okinawa, sake merujuk ke shōchu yang terbuat dari tebu. Sake memiliki aroma yang mirip dengan tape beras.

Mungkin sebagian dari kita tidak asing dengan produk yang bernama sake ini. Di Jepang, produk ini lebih banyak ditujukan sebagai minuman yang disajikan pada saat pertemuan. Tetapi di luar negara asalnya, sake lebih banyak ditujukan untuk masakan tertentu terutama masakan khas Jepang.

Secara tradisional sebenarnya sake ini terbuat dari 100% beras murni dan hal ini telah berjalan sekitar 2000 tahun. Waw bahkan kakek nenek kita belum lahir pada saat itu, hehehe. Namun, ada perubahan dengan penambahan alkohol saat perang dunia II. Di Jepang sendiri, sake dibagi dalam 2 tipe yaitu sake tanpa bahan tambahan dan sake dengan menggunakan bahan tambahan.

Tipe sake dibagi dalam dua kelompok besar:

Sake dengan penambahan alkohol

Kelompok ini terdiri dari sake yang murah, paling banyak diproduksi dan penambahan alkohol untuk meningkatkan hasilnya. Kemudian sake dengan “additives” yang merupakan sake premium dengan tambahan alkohol dalam jumlah rendah misalnya Honjozo-shu (penambahan 116 liter untuk per 1.000 kg beras), Ginjo Sake (beras : 60% dari hasil yang diperoleh) dan Dai Ginjo Sake (banyaknya beras 50% dari hasil).

Sake tanpa tambahan alkohol

Pada kelompok ini terdiri dari Junmai Sake, Junmai Ginjo dan Junmai Dai Ginjo. Perbedaan dari ketiga kelompok tersebut adalah pada tingkat pemurnian beras (derajat sosoh) yang dilakukan.

Honjozo

Membuat honjozo adalah dengan menggunakan beras dengan kemurnian minimal 70% untuk bahan dasarnya. Honjozo mengandung alkohol sulingan yang ditambahkan untuk meningkatkan rasa dan aroma. Honjozo termasuk sake yang ringan untuk diminum dan cocok untuk pemula. Honjozo bisa disajikan secara dingin atau hangat sesuai selera.

Junmai

Junmai atau beras murni adalah sake tanpa bahan tambahan dan pengawet apapun. Untuk membuat sake berjenis ini, kemurnian beras harus mencapai minimal 70% dan 30% sisanya sudah dibuang. Aroma sake junmai cenderung kuat dan terasa agak asam. Sake ini cocok disajikan secara hangat atau sesuai dengan suhu ruangan.

Ginjo

Ginjo adalah sake premium yang bahan dasarnya berupa beras yang kemurniannya mencapai 40-60%. Sake ini diolah secara fermentasi dengan ragi khusus. Hasilnya berupa sake yang ringan untuk diteguk dengan rasa buah-buahan, namun memiliki aroma kompleks yang wangi. Sake ini juga cocok untuk pemula dan biasanya disajikan dingin.

Daiginjo

Sesuai dengan namanya “dai” yang artinya besar, daiginjo adalah sake premium berukuran besar yang umumnya dianggap oleh orang-orang sebagai level sake tertinggi dalam seni pembuatan sake. Untuk membuat daiginjo, dibutuhkan beras kemurniannya persis mencapai 50%. Karena itulah, daiginjo cukup mahal untuk dikonsumsi dan biasanya disajikan dingin untuk menonjolkan aroma dan rasanya yang nikmat dan kompleks.

Minuman Khas Jepang

Nah selain makanan yang lezat, Jepang juga memiliki berbagai minuman berasal dari budaya mereka. Berikut ini adalah minuman-minuman khas Jepang:

Ocha

Minuman yang satu ini sepertinya udah bisa dijumpain di restoran yang ada di Indonesia. Kalau kamu mengunjungi salah satu restoran Jepang tersebut, jangan lupa memesan minuman ocha ini ya. Ocha merupakan sejenis minuman khas Jepang berupa teh yang terbuat dari daun teh hijau dan tentunya sangat nikmat.

Mugicha

Hampir sama dengan Ocha, minuman ini juga berupa teh. Namun memiliki keunikan karena dibuat dari gandum yang dibakar. Khasiat Mugicha yang terbukti ampuh ialah mampu menghilangkan stres. Nah, minuman ini cocok buat kamu yang sering depresi. Jika ingin menikmati cita rasa Mugicha dengan rasa terbaik, kamu bisa meminumnya dalam keadaan dingin.

Matcha

Matcha juga salah satu minuman teh khas jepang, uniknya minuman ini berupa serbuk warna hijau. Teh ini disajikan tanpa mengunakan gula tambahan dan umum dinikmati dalam upacara-upacara tertentu saja.

Shochu

Minuman khas Jepang yang satu ini memiliki kadar alkohol lebih tinggi dibanding Sake. Tapi kadar alkohol Shochu masih rendah jika dibandingkan dengan minuman beralkohol merek-merek terkenal. Shochu diproses dengan penyulingan dan dicampur dengan ubi.

Apakah haram meminum sake?

Sake dalam terminologi islam termasuk dalam kategori minuman keras (khamar) dan jelas khamar hukumnya adalah haram dan najis. Keharamannya berdasarkan sake dalam kategori minuman beralkohol, sebagaimana minuman beralkohol lainnya asal Jepang seperti Mirin. Produk masakan Jepang ‘sulit’ untuk lepas dari penggunaan sake sebagai salah satu bumbu dalam pembuatannya.

Nah, itu dia penjelasan tentang sake di atas tersebut, gimana guys? Apa kamu pernah mendengar atau meminum sake sebelumnya? Semoga dengan membaca artikel ini, wawasan kamu bertambah.