Okinoshima, Pulau Sakral Yang Terlarang Bagi Wanita

Jika banyak pulau yang ada di dunia bebas untuk di kunjungi oleh siapapun, namun lain halnya dengan pulau yang satu ini, Okinoshima merupakan salah satu pulau yang terdapat di Jepang. Mengapa bisa berbeda? Karena di pulau ini perempuan dilarang keras untuk masuk! Kira-kira kenapa ya? Dari pada penasaran mending kita bahas aja yuk!

Pulau Okinoshima

Pulau  ini adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Laut Inland Jepang di kota Takehara, Prefektur Hiroshima. Pulau ini dapat diakses dengan feri dari Tadanoumi dan Ōmishima. Ada tempat perkemahan, jalan setapak dan tempat-tempat bersejarah di pulau ini. Seringkali disebut Usagi Shima ( う さ ぎ 島 , “Pulau Kelinci”) karena kelinci liar banyak yang berkeliaran di pulau itu. Mereka agak jinak dan akan mendekati manusia.

Ōkunoshima memainkan peran kunci selama Perang Dunia II sebagai pabrik gas beracun untuk sebagian besar perang kimia yang dilakukan di China .

Sebagai  salah satu pulau yang ada di Jepang, uniknya pulau ini sangat memberlakukan sebuah larangan untuk kaum hawa menginjakkan kaki mereka ke pulau ini, larangan ini terjadi karena pulau ini sangat menganut ajaran dan tradisi keagamaan shinto. Memang larangan ini terbilang kuno, akan tetapi masih berlaku samapi dengan sekarang.

Bahkan jika ada laki-laki yang berkunjung di pulau inipun tak bisa sembarangan, mereka harus berhati-hati saat berada di pulau ini, pakaian mereka juga  harus dilucuti dan menjalani ritual pemurnian sebelum tiba di sana. Mereka yang berkesempatan berkunjung juga tak diperkenankan mengambil apa pun sebagai “suvenir” ketika meninggalkan pulau, sekali pun itu rumput. Rincian perjalanan mereka pun tak boleh dipublikasikan, demikian dilaporkan BBC.

Ditetapkan PBB sebagai Warisan Dunia

Badan PBB untuk Pendidikan dan Kebudayaan, UNESCO, sudah menetapkan Pulau Okinoshima di Jepang, yang merupakan tempat suci yang dilarang untuk dikunjungi oleh perempuan sebagai Warisan Dunia. Pulau itu merupakan tempat bagi Kuil Okitsu, yang dibangun pada Abad ke-17 untuk mendoakan keselamatan para pelaut.

Sebelum Kuil Okitsu dibangun, Okinoshima sudah digunakan untuk ritual mendoakan kapal-kapal, yang antara lain berlayar untuk hubungan perdagangan dengan Korea dan Cina, seperti dilaporkan koran Japan Times. Sekitar 8.000 artefak yang dibawa ke pulau sebagai persembahan dari luar negeri ditemukan di pulau tersebut, seperti pedang, cermin, maupun termasuk beberapa cincin emas dari Semenanjung Korea.

Dibuka untuk Pengujung namun dengan Banyak Persyaratan

Pulau Okinoshima kini sudah dibuka bagi para pengunjung namun hanya untuk satu hari saja setiap tahunnya, yaitu 27 Mei, namun peraturan-peraturan kunonya masih diterapkan. Jumlah pengunjung dibatasi hanya 200 orang dengan kewajiban melakukan ritual pembersihan diri di laut dan yang paling kontroversial hanya untuk laki-laki. Hanya ada seorang penghuni di Pulau Okinoshima, yaitu seorang pendeta Shinto.

Alasan Mengapa Wanita Dilarang Kesini

Larangan keras terhadap wanita sendiri masih belum diketahui pasti apa yang menjadikan alasannya, namun ada juga berbagai penjelasan untuk larangan tersebut, tetapi beberapa mengatakan, alasannya menstruasi bisa mengotori situs tersebut.

Shinto memperlakukan darah menstruasi sebagai najis, mungkin ini jugalah yang menyebabkan larangan tersebut. Alasan lain mungkin karena perjalanan lewat laut ke pulau itu dianggap berbahaya, sehingga perempuan dilarang bepergian ke sana. Salah satunya demi melindungi diri mereka sendiri sebagai pembawa keturunan.

Tidak akan Dibuka untuk Publik

Dengan adanya status dari UNESCO akan memberi Okinoshima akses dana untuk perawatan, namun beberapa penduduk lokal telah menyuarakan kekhawatiran bahwa pulau tersebut dapat hancur oleh turis yang tidak bertanggungjawab.

Kepala pendeta kuil Munakata Taisha, Takayuki Ashizu mengatakan larangan terkait pariwisata dan kunjungan bagi wanita akan tetap berlaku, meskipun ada  permintaan dari banyak agen perjalanan.

Bahkan biarpun sudah masuk ke dalam UNESCO, pulau ini tetap saja berpegang teguh dengan peraturan kuno yang mereka miliki, mereka tidak akan membuka pulau ini untuk dikunjungi banyak orang termasuk para wanita, karena hal itu akan dianggap menodai pulau ini.

Tak hanya Pulau Okinoshima saja yang masuk kedalam UNESCO sebagi warisan dunia, pekan lalu juga UNESCO menetapkan sebuah Kota Tua Hebron di Israel sebagai Warisan Dunia atas usulan Palestina dan pemerintah Israel memprotes keputusan UNESCO itu. Kemudian di Inggris, Taman Nasional Lake District yang terletak di Inggris tengah juga masuk dalam Warisan Dunia setelah mengajukan diri sejak tahun 1986 lalu.

Itulah tadi beberapa keterangan tentang pulau Okinoshima 🙂