Mengenal Lebih Dalam Kimono Beserta Jenisnya

Hai guys, kali ini kita terbang ke Jepang eits maksudnya membahas tentang Jepang. Ada apa dengan Jepang? Hmmm Jepang merupakan negara yang penuh dengan teknologi canggih dan penemuan-penemuan uniknya. Namun bukan dua hal itu yang akan kita bahas dalam artikel ini melainkan tentang kimono. Yap, kimono !!! Apakah kamu tau apa itu? Buat kamu yang masih belum mengetahuinya, silahkan kamu simak penjelasannya.

Pengertian Kimono

Kimono merupakan pakaian tradisionalnya negara Jepang, kimono menurut harfiah adalah baju atau sesuatu yang dikenakan ( ki berarti pakai dan mono berarti barang ). Baju ini memiliki bentuk seperti huruf T yang mirip mantel dan ada kerahnya. Panjangnya dibuat sampai ke pergelangan kaki. Wanita memakai kimono yang berbentuk terusan, sedangkan yang pria mengenakan yang setelan. Bahan untuk membuat Kimono haruslah bahan yang ditenun dengan sempurna dan tanpa cacat walau sedikitpun.

Image result for kimono

Kerah bagian kanan harus berada di bawah kerah bagian kiri. Sabuk kain yang disebut obi dililitkan di bagian perut/pinggang dan diikat di bagian punggung kemudian alas kaki sewaktu mengenakan kimono adalah zōri atau geta.

Kimono sekarang ini lebih sering dikenakan wanita pada kesempatan istimewa. Wanita yang belum menikah mengenakan sejenis kimono yang disebut furisode. Ciri khas furisode adalah lengan yang lebarnya hampir menyentuh lantai. Perempuan yang genap berusia 20 tahun mengenakan furisode untuk menghadiri seijin shiki.

Pria mengenakan kimono pada pesta pernikahan, upacara minum teh dan acara formal lainnya. Ketika tampil di luar arena sumo, pesumo profesional diharuskan mengenakan kimono. Anak-anak mengenakan kimono ketika menghadiri perayaan Shichi-Go-San. Selain itu, kimono dikenakan pekerja bidang industri jasa dan pariwisata, pelayan wanita rumah makan tradisional (ryōtei) dan pegawai penginapan tradisional (ryokan).

Image result for kimono

Kimono ini pertama kalinya dibuat karena terinspirasi dari pakaian tradisional Cina, “Hanfu” (Hanfu = han (suku han) fu (pakaian) -> hanfu = pakaian suku han. Kimono modern seperti yang kita lihat pada zaman sekarang sudah mulai dilihat sejak zaman Heian (sekitar tahun 800). Kimono biasanya dibuat dari sutera Jepang yang di print dengan teknik “Yuzen”. “Yuzen” maksudnya teknik cetak berulang. Banyak orang yang mengira bahwa kimono itu dilukis dan satu kimono itu mengandung satu lukisan, tapi sebenarnyaitu semua salah.

Jenis-Jenis Kimono

Pakaian tradisional ini tidak hanya ada satu jenis saja melainkan masih banyak berbagai macam. Sebelum dikenalnya pakaian Barat, semua pakaian yang dipakai orang Jepang disebut kimono. Sebutan lain untuk kimono adalah gofuku dan berikut ini merupakan jenis-jenis pakaian tradisional Jepang ini:

Kimono Yukata

Kamu tau gak sih? Kalau Kimono Yukata ini sangat sejuk saat kita kenakan lho. Yap ini semua karena bahannya terbuat dari kain katun tipis yang nyaman. Nah fungsi Kimono Yukata ini memang dipakai disaat musim panas.

Kurotomesode

Tomesode adalah kimono paling formal untuk wanita yang sudah menikah. Bila berwarna hitam, kimono jenis ini disebut kurotomesode (arti harfiah: tomesode hitam). Kurotomesode memiliki lambang keluarga (kamon) di tiga tempat: 1 di punggung, 2 di dada bagian atas (kanan/kiri) dan 2 bagian belakang lengan (kanan/kiri). Ciri khas kurotomesode adalah motif indah pada suso (bagian bawah sekitar kaki) depan dan belakang. Kurotomesode dipakai untuk menghadiri resepsi pernikahan dan acara-acara yang sangat resmi.

Irotomesode

Tomesode yang dibuat dari kain berwarna disebut irotomesode (arti harfiah: tomesode berwarna). Bergantung kepada tingkat formalitas acara, pemakai bisa memilih jumlah lambang keluarga pada kain kimono mulai dari satu, tiga hingga lima buah untuk acara yang sangat formal. Kimono jenis ini dipakai oleh wanita dewasa yang sudah atau belum menikah. Kimono jenis irotomesode dipakai untuk menghadiri acara yang tidak memperbolehkan tamu untuk datang memakai kurotomesode, misalnya resepsi di istana kaisar. Sama halnya seperti kurotomesode, ciri khas irotomesode adalah motif indah pada suso.

Furisode

Furisode adalah kimono paling formal untuk wanita muda yang belum menikah. Bahan berwarna-warni cerah dengan motif mencolok di seluruh bagian kain. Ciri khas furisode adalah bagian lengan yang sangat lebar dan menjuntai ke bawah. Furisode dikenakan sewaktu menghadiri upacara seijin shiki, menghadiri resepsi pernikahan teman, upacara wisuda atau hatsumode. Pakaian pengantin wanita yang disebut hanayome ishō termasuk salah satu jenis furisode.

Homongi

Hōmongi adalah kimono formal untuk wanita sudah menikah atau belum menikah. Pemakainya bebas memilih untuk memakai bahan yang bergambar lambang keluarga atau tidak. Ciri khas homongi adalah motif di seluruh bagian kain, depan dan belakang. Homongi dipakai sewaktu menjadi tamu resepsi pernikahan, upacara minum teh atau merayakan tahun baru.

Iromuji

Iromuji adalah kimono semiformal, namun bisa dijadikan kimono formal bila iromuji tersebut memiliki lambang keluarga (kamon). Sesuai dengan tingkat formalitas kimono, lambang keluarga bisa terdapat 1, 3 atau 5 tempat (bagian punggung, bagian lengan dan bagian dada). Iromoji dibuat dari bahan tidak bermotif dan bahan-bahan berwarna lembut, merah jambu, biru muda atau kuning muda atau warna-warna lembut. Iromuji dengan lambang keluarga di 5 tempat dapat dikenakan untuk menghadiri pesta pernikahan. Bila menghadiri upacara minum teh, cukup dipakai iromuji dengan satu lambang keluarga.

Tsukesage

Tsukesage adalah kimono semiformal untuk wanita yang sudah atau belum menikah. Menurut tingkatan formalitas, kedudukan tsukesage hanya setingkat dibawah homongi. Kimono jenis ini tidak memiliki lambang keluarga. Tsukesage dikenakan untuk menghadiri upacara minum teh yang tidak begitu resmi, pesta pernikahan, pesta resmi atau merayakan tahun baru.

Komon

Komon adalah kimono santai untuk wanita yang sudah atau belum menikah. Ciri khas kimono jenis ini adalah motif sederhana dan berukuran kecil-kecil yang berulang. Komon dikenakan untuk menghadiri pesta reuni, makan malam, bertemu dengan teman-teman atau menonton pertunjukan di gedung.

Tsumugi

Tsumugi adalah kimono santai untuk dikenakan sehari-hari di rumah oleh wanita yang sudah atau belum menikah. Walaupun demikian, kimono jenis ini boleh dikenakan untuk keluar rumah seperti ketika berbelanja dan berjalan-jalan. Bahan yang dipakai adalah kain hasil tenunan sederhana dari benang katun atau benang sutra kelas rendah yang tebal dan kasar.Kimono jenis ini tahan lama dan dulunya dikenakan untuk bekerja di ladang.

Kimono Mofuku

Kimono Mofuku ini diperuntukkan untuk menghadiri upacara pemakaman dan jadi memiliki warna khas hitam. Ya karena warna hitam melambangkan sebuah rasa duka yang mendalam.

Kimono Uchikake

Dari semua jenis kimono, jenis Kimono Uchikake inilah yang paling mewah. Ya, karena kimono ini diperuntukkan sebagai pakaian resmi seorang wanita pada saat mereka menikah dan kalau soal harga, sudah pasti kimono jenis inilah yang memiliki harga paling mahal dibandingkan dengan kimono yang lainnya.

Kimono santai kinagashi

Pria mengenakan kinagashi sebagai pakaian sehari-hari atau ketika keluar rumah pada kesempatan tidak resmi. Aktor kabuki mengenakannya ketika berlatih. Kimono jenis ini tidak dihiasi dengan lambang keluarga.

Related image

Untuk kimono pria dibuat dari bahan berwarna gelap seperti hijau tua, coklat tua, biru tua dan hitam. Kimono paling formal berupa setelan montsuki hitam dengan hakama dan haori. Bagian punggung montsuki dihiasi lambang keluarga pemakai. Setelan montsuki yang dikenakan bersama hakama dan haori merupakan busana pengantin pria tradisional. Setelan ini hanya dikenakan sewaktu menghadiri upacara sangat resmi, misalnya resepsi pemberian penghargaan dari kaisar/pemerintah atau seijin shiki.

Nah udah cukup jelas belum pengetian kimono serta macam-macamnya? Ya itulah kurang lebih penjelasan baju tradisional Jepang tersebut. Sampai sini dulu ya pembahasan kita, see you……..