Bagi Pecinta Manga Yuk Kunjungi Museumnya Yang Ada Di Kyoto

Yee…. jalan-jalan lagi. Nah kali ini jalan-jalan kita agak beda dikit yah. Seperti yang kita tahu kalau Jepang juga terkenal dengan komiknya. Sangking terkenalnya, ada sebuah museum yang memang dikhususkan untuk komik-komik ini.

Museum yang didedikasikan untuk komik Jepang atau yang biasa disebut ‘Manga‘ ini, gak cuma menyediakan setumpuk manga kuno untuk dibaca para pengunjung, namun lebih dari itu, museum ini juga berperan sebagai tempat berinteraksi dan berkomunikasi bagi para pecinta Manga.

Bagi masyarakat Jepang, manga juga termasuk dalam budaya Jepang dan lebih dari sekedar elemen dasar budaya pop, Manga juga menjadi subjek penting dari riset akademis di Jepang dan menariknya lagi ini dapat menarik banyak jumlah pembaca dan penggemar dari seluruh dunia.

Salah satu hal yang membuat museum ini menjadi amat bernilai adalah pengelolaannya yang mampu mengombinasikan budaya populer Jepang dengan pertunjukan tradisional bersejarah dari Kyoto.

Bangunan museum berlantai 3 (tiga) ini, sebelumnya adalah sebuah bangunan sekolah dasar Kyoto Tatsuike. Saat ini sebagian bangunan telah dibangun ulang, dan beberapa peninggalan dari sekolah lama juga dipamerkan kepada pengunjung.

Yang mengelola museum ini adalah pemerintah kota Kyoto bersama dengan Universitas Kyoto Seika (pelopor studi akademis manga selama sekitar 40 tahun), yang membuka jurusan manga pertama dunia, di tahun yang sama dengan tahun dibukanya museum internasional manga ini.

Pasti kalian berpikir apa sih menariknya jalan-jalan di museum? Paling juga cuma lihat-lihat doank. Eitt di sini kita gak cuma sekedar lihat-lihat kok. Mau tahu apa saja yang bisa kalian lakukan disini? Ini dia daftarnya.

1. Berburu manga di Dinding Manga.

Gak cuma jalan-jalan guys, disini kalian juga bisa baca komik. Dinding manga ini adalah rak-rak buku yang berjejer memenuhi dinding, dari lantai hingga ke eternit yang memanjang 200 meter hingga mengelilingi gedung.

Susunan bukunya pun ditata rapi berdasarkan tanggal dan nama pengarangnya, bertanggal dari tahun 1970 sampai 2005. Tempat ini cocok banget bagi penggemar manga untuk berburu dan membaca volume-volume yang gak kedapatan kelanjutannya. Jika ingin mencari buku kalian pun akan dengan mudah menrmukannya yaitu dengan menggunakan panel-sentuh yang terdapat di sekeliling museum.

2. Melihat koleksi manga multibahasa di bagian Manga Expo.

Bagian Manga Expo memiliki koleksi dari sekitar 5.300 manga dalam berbagai bahasa asing yang semakin hari semakin bertambah banyak. Penggemar manga dari Indonesia jangan sampai melewatkan rak yang berisi manga dalam Bahasa Indonesia.

Walau inti koleksinya terdiri dari manga Jepang modern, museum juga memiliki manga Jepang kuno dari era Meiji (1868-1912). Ada sekitar 50.000 manga yang tersedia untuk dipilih dan dibaca. Jumlah total manga yang dimiliki museum ini mencapai 300.000 manga dan sebagian besar berbahasa Jepang. Ini menjadikannya museum ini sebagai salah satu museum dengan jumlah manga terbanyak di dunia. Wow…

3. Menonton Kamishibai.

Ada sebuah pertunjukan reguler yang disediakan museum ini yakni Kamishibai (drama kertas). Museum ini merupakan satu-satunya tempat di Jepang yang mengadakan pertunjukan kamishibai setiap hari. Pertunjukan ini berdurasi 30 menit.

Dongeng bergambar tradisional Jepang, disampaikan oleh narator dengan bantuan gambar-gambar. Zaman dahulu Kamishibai sangat populer sebagai hiburan jalanan. Para pengunjungnya dari anak-anak sampai mereka yang lanjut usia dapat menikmati pertunjukan yang ditampilkan oleh anggota grup Kamishibai dari museum yang bernama Yassan Ichiza. Kamishibai memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap anak-anak dan banyak orang kini mempertimbangkan potensi manfaatnya dalam pendidikan.

4. Mengajak anak ke ruang Perpustakaan Anak.

Kerennya lagi dari museum ini adalah tersedianya tempat untuk anak-anak. Anak-anak bisa santai dan merasa nyaman seperti berada di rumah sendiri dengan buku-buku favorit mereka. Pengunjung yang datang kebanyakan merupakan keluarga yang juga membawa si kecil mereka.

5. Melihat proses pembuatan manga di Studio Manga.

Hal lain yang bisa kalian lakukan adalah kalian bisa melihat langsung para seniman manga profesional berkarya dan melihat secara langsung bagaimana manga digambar. Terdapat juga meja konsultasi editor studio yaitu tempat untuk para seniman baru agar bisa minta tips dan saran dari seniman profesional.

6. Belanja dan makan di Toko Museum

Nah, biasanya ini yang paling diincar para pengunjung. Kalian bisa mengunjungi tokonya di area pintu masuk gedung museum. Dinding tokonya pun menarik, berhiaskan gambar-gambar manga hasil karya para seniman yang pernah berkunjung ke museum.

Ada juga cinderamata cantik, seperti kartu pos, poster, manga yang bisa kalian beli, hingga makanan ringan di kafe yang bisa kalian nikmati. Makanan dapat dinikmati di area terbuka beralaskan rumput buatan yang berada di luar gedung.

7. Mengadakan pameran, seminar, bincang-bincang dan Petemuan Para Pecinta Manga

Museum ini telah menjadi tempat bagi para periset dan penggemar manga. Selain acara Cosplay yang menjadi salah satu atraksi museum, Museum Manga juga menyelenggarakan pertemuan studi dan seminar terbuka untuk publik. Museum juga menyediakan layanan penting dengan menyediakan tempat bagi orang yang ingin berpartisipasi dalam komunitas akademis.

WOW keren banget kan guys, ini sih seperti surganya bagi pencinta manga. Kayaknya mimin mau nabung dulu lah biar bisa kesana, ada yang mau ikut gak?